Hasil Pertandingan: Belgia 1-1 Mesir di Grup G Piala Dunia 2026
- account_circle Tim Webet188
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hasil Pertandingan: Belgia 1-1 Mesir di Grup G Piala Dunia 2026 - Webet188.news
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Webet188.news â Piala Dunia FIFA 2026 kembali menghadirkan kejutan pada fase grup. Salah satu tim unggulan Grup G, Belgia, gagal mengamankan tiga poin setelah ditahan imbang Mesir dengan skor 1-1 pada pertandingan pembuka yang berlangsung sengit. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi skuad berjuluk Setan Merah yang datang ke turnamen dengan status sebagai salah satu kandidat kuat untuk melaju ke babak 16 besar.
Di atas kertas, Belgia lebih diunggulkan berkat kualitas individu para pemain yang bermain di kompetisi elite Eropa. Namun, Mesir menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Disiplin dalam bertahan, efektif saat menyerang, dan mampu memanfaatkan peluang yang ada membuat wakil Afrika tersebut berhasil mencuri satu poin berharga.
Belgia Mendominasi, Mesir Bermain Efektif
Sejak peluit pertama dibunyikan, Belgia langsung mengambil inisiatif serangan. Tim asuhan Rudi Garcia menguasai bola lebih banyak dan mencoba membangun permainan melalui lini tengah yang dipimpin oleh Kevin De Bruyne. Serangan demi serangan dilancarkan melalui kedua sisi lapangan untuk membongkar pertahanan rapat Mesir.
Meski lebih sering menguasai bola, Belgia kesulitan menembus blok pertahanan Mesir yang bermain sangat disiplin. Setiap kali kehilangan bola, para pemain Mesir langsung turun membantu pertahanan sehingga ruang gerak para pemain Belgia menjadi sangat terbatas.
Sebaliknya, Mesir memilih bermain lebih sabar. Mereka menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik cepat yang dipimpin oleh Mohamed Salah dan beberapa pemain cepat lainnya. Strategi tersebut terbukti efektif dalam mengganggu konsentrasi lini belakang Belgia.
Gol Spektakuler Emam Ashour Kejutkan Belgia
Kejutan terjadi pada menit ke-19 ketika Mesir berhasil membuka keunggulan. Berawal dari transisi cepat di lini tengah, bola berhasil dialirkan ke arah Emam Ashour yang berdiri cukup bebas di luar kotak penalti.
Tanpa berpikir panjang, gelandang berusia 28 tahun itu langsung melepaskan tembakan keras yang meluncur deras ke sudut gawang Belgia. Kiper Thibaut Courtois yang sudah berusaha menjangkau bola tidak mampu melakukan penyelamatan.
Gol tersebut membuat para pendukung Mesir bersorak gembira. Sementara itu, Belgia tampak sedikit terkejut karena harus tertinggal lebih dulu meskipun mereka mendominasi jalannya pertandingan.
Setelah gol tersebut, Belgia terus meningkatkan tekanan. Namun hingga babak pertama berakhir, keunggulan 1-0 untuk Mesir tetap bertahan berkat penampilan solid lini belakang serta beberapa penyelamatan penting dari penjaga gawang mereka.
Rudi Garcia Lakukan Perubahan Penting
Memasuki babak kedua, Belgia tampil lebih agresif. Rudi Garcia menyadari timnya membutuhkan sosok yang mampu memberikan ancaman nyata di area penalti lawan. Oleh karena itu, Romelu Lukaku dimasukkan untuk menambah daya gedor di lini depan.
Masuknya Lukaku langsung mengubah dinamika pertandingan. Kehadiran striker bertubuh besar tersebut membuat para bek Mesir harus bekerja ekstra keras untuk mengawalnya. Belgia pun mulai menciptakan peluang yang lebih berbahaya dibandingkan babak pertama.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-66. Sebuah bola silang yang diarahkan ke area berbahaya berhasil menciptakan kepanikan di lini pertahanan Mesir. Dalam upaya menghalau ancaman, bek Mohamed Hany justru melakukan kesalahan yang membuat bola masuk ke gawang sendiri.
Gol bunuh diri tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 dan mengembalikan kepercayaan diri Belgia untuk mengejar kemenangan.
Pertandingan Semakin Terbuka
Setelah kedudukan menjadi imbang, pertandingan berlangsung jauh lebih menarik. Belgia berusaha memanfaatkan momentum untuk mencetak gol kedua, sementara Mesir tidak hanya bertahan tetapi juga sesekali melancarkan serangan berbahaya.
Kevin De Bruyne beberapa kali mengirimkan umpan-umpan matang ke dalam kotak penalti, sedangkan Lukaku terus menjadi ancaman bagi pertahanan lawan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang demi peluang gagal berbuah gol.
Di sisi lain, Mesir juga memiliki kesempatan emas melalui Mohamed Salah yang beberapa kali merepotkan pertahanan Belgia lewat kecepatan dan kemampuan individunya. Namun hingga memasuki menit-menit akhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Peluit panjang akhirnya dibunyikan dengan skor tetap 1-1, hasil yang cukup adil mengingat kedua tim sama-sama memiliki momen penting sepanjang pertandingan.
Lukaku Jadi Pembeda dari Bangku Cadangan
Meskipun tidak mencetak gol, Romelu Lukaku layak mendapat sorotan khusus. Kehadirannya di babak kedua membuat serangan Belgia jauh lebih hidup dibandingkan sebelumnya.
Pengalamannya sebagai salah satu striker terbaik Eropa terlihat jelas ketika ia mampu membuka ruang, menarik perhatian bek lawan, dan menciptakan tekanan konstan di kotak penalti Mesir. Gol penyama kedudukan Belgia juga tidak lepas dari pengaruh langsung yang diberikan Lukaku sesaat setelah masuk ke lapangan.
Penampilan tersebut menjadi sinyal positif bagi Belgia menjelang pertandingan berikutnya di Grup G.
Emam Ashour Tampil Sebagai Bintang Mesir
Di kubu Mesir, nama Emam Ashour menjadi pemain yang paling menonjol. Selain mencetak gol pembuka yang indah, ia juga tampil luar biasa dalam menjaga keseimbangan permainan tim.
Ashour aktif membantu pertahanan ketika Belgia menguasai bola dan mampu menjadi penghubung antara lini tengah serta lini depan saat Mesir melancarkan serangan balik. Penampilannya menjadi salah satu alasan utama Mesir mampu meraih satu poin penting dari pertandingan ini.
Dampak Hasil Imbang bagi Grup G
Hasil imbang antara Belgia dan Mesir membuat persaingan di Grup G semakin terbuka. Tidak ada tim yang berhasil mengawali turnamen dengan kemenangan sehingga peluang lolos ke babak berikutnya masih sama besar bagi seluruh peserta grup.
Bagi Belgia, hasil ini tentu belum sesuai harapan. Mereka datang ke Piala Dunia 2026 dengan target tinggi dan diharapkan mampu mengamankan tiga poin pada laga pembuka. Kegagalan meraih kemenangan membuat mereka harus tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Sementara itu, Mesir bisa pulang dengan kepala tegak. Menahan tim sekelas Belgia merupakan hasil yang sangat positif dan dapat meningkatkan kepercayaan diri skuad untuk menghadapi laga-laga selanjutnya.
Statistik Singkat Pertandingan
Piala Dunia FIFA 2026 â Grup G
Belgia 1-1 Mesir
Pencetak Gol:
- Emam Ashour (19′) â Mesir
- Mohamed Hany (Gol Bunuh Diri, 66′) â Belgia
Kartu Kuning:
- Belgia: 2
- Mesir: 3
Penguasaan Bola:
- Belgia: 61%
- Mesir: 39%
Tembakan ke Gawang:
- Belgia: 6
- Mesir: 4
Kesimpulan
Pertandingan Belgia kontra Mesir menjadi bukti bahwa tidak ada laga mudah di Piala Dunia 2026. Belgia memang tampil dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, namun Mesir menunjukkan efektivitas serta disiplin taktik yang luar biasa. Hasil akhir 1-1 menjadi cerminan pertandingan yang berjalan ketat dan penuh tensi.
Kini kedua tim harus segera mengalihkan fokus ke laga berikutnya. Belgia membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang menjadi juara grup, sedangkan Mesir bertekad melanjutkan momentum positif demi mewujudkan mimpi lolos ke fase gugur. Dengan performa yang ditunjukkan pada pertandingan pembuka ini, Grup G dipastikan akan menjadi salah satu grup paling menarik untuk disaksikan di Piala Dunia FIFA 2026.
- Penulis: Tim Webet188
- Editor: Tim Webet188
- Sumber: https://webet188.news/

Piala Dunia
Piala Eropa
Timnas Indonesia
BRI Liga 1
Liga Inggris
Liga Spanyol
Liga Italia
Bundesliga
Liga Champions
Liga Eropa